Bayi Ngorok, Kenali Risiko serta Cara Mencegahnya

Bayi Ngorok, Kenali Risiko serta Cara Mencegahnya


Bayi Ngorok, Kenali Risiko serta Cara Mencegahnya

Tidur laksana bayi seringkali disamakan dengan istirahat yang pulas dan tenang. Namun terkadang, bayi pun merengek, mengeluh, dan menerbitkan suara laksana mengorok ketika tidur, yang menciptakan orang tua cemas. Padahal, bayi ngorok adalahsuatu urusan yang normal.

Bayi baru lahir ingin bernapas secara berisik atau mendengkur, sebab saluran pernapasan bayi masih sempit dan mengandung lendir. Udara yang lewat melewati saluran pernapasan yang mengandung lendir bakal menghasilkan getaran suara pada jaringan pernapasan, sehingga mengakibatkan bunyi bayi ngorok. Hal ini ialah kondisi yang normal.

Suara ngorok pada bayi bakal hilang saat saluran pernapasan bayi telah berkembang sempurna dan bayi sudah dapat menelan ludah. Tetapi, bilamana bayi ngorok disertai fenomena lain, dapat jadi adalahtanda adanya masalah pada drainase pernapasan, laksana pilek, kelainan format hidung, atau apnea tidur.


Ngorok Bayi yang Bermasalah
Mengorok pada bayi menjadi tidak normal andai terjadi pada bayi yang telah berusia enam bulan ke atas. Bayi ngorok masing-masing hari bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti:

    Iritasi drainase pernapasan
    Bayi ngorok seringkali diakibatkan oleh adanya iritasi pada drainase pernapasannya. Hal ini mengakibatkan saluran pernapasan bayi mengeluarkan tidak sedikit lendir dan meradang. Penyebab sangat umum ialah alergi dan infeksi virus, contohnya flu, yang membuatnya batuk dan pilek.

    Sekat hidung oleng (deviasi septum)
    Septum ialah tulang yang memberi sekat pada hidung sampai-sampai lubang dan drainase hidung menjadi dua. Apabila tulang ini oleng ke di antara sisi, akan mengakibatkan terhambatnya di antara saluran pernapasan. Deviasi septum dapat menyebabkan bayi bernapas dengan melulu menggunakan satu lubang hidung dan terdengar laksana bayi ngorok.

    Laringomalasia (laryngomalacia)
    Laringomalasia ialah kelainan pada bayi yang mengakibatkan bayi bernapas dengan berisik dan mendengkur saat tidur. Hal ini diakibatkan oleh tulang rawan yang bermanfaat sebagai pendahuluan jalur pernapasan belum matang sempurna. Laringomalasia bakal berangsur-angsur menghilang saat bayi telah berumur di atas dua tahun. Ketika bayi penderita laringomalasia unik napas, bakal terlihat mempunyai cekungan pada leher di atas lekukan tulang dada. Pada sejumlah bayi dengan laringomalasia yang parah, bakal ada gangguan santap dan pernapasan, sampai-sampai perlu memakai tabung pernapasan dan menjalani operasi rekonstruktif.


    Sleep apnea atau apnea tidur
    Apnea istirahat pada bayi dapat diakibatkan oleh kelahiran prematur, belum maksimalnya faedah batang benak yang menata pernapasan, kelainan bawaan bermunculan pada jantung dan drainase pernapasan, sampai refluks asam lambung. Anak atau bayi yang merasakan apnea tidur ingin mendengkur dan terkadang berhenti bernapas sampai sekitar 20 detik, sampai-sampai menyebabkannya terbangun.

    Pembengkakan kelenjar amandel
    Radang tonsil dan adenoid (kelenjar amandel) adalahpenyebab ngorok pada bayi dan anak-anak yang lumayan sering terjadi. Pada bayi, lazimnya kedua situasi ini diakibatkan oleh infeksi virus dan bakteri. Gejala radang amandel pada bayi dapat berupa bertambahnya pengeluaran air liur, bayi tidak inginkan menyusu, demam, sampai rewel sebab kesakitan.

Cara Mencegah Bayi Ngorok

Terkadang orang tua merasa khawatir bila memahami bayinya mengorok. Beberapa cara sebagai berikut dapat dilaksanakan untuk menangkal dan menanggulangi bayi ngorok:

    Menjauhkan alergen
    Bersihkan segala alergen atau pemicu alergi dari kamar istirahat bayi. Ada baiknya andai Anda mengalihkan barang-barang yang gampang menampung debu, contohnya boneka, dari lokasi tidur bayi.


    Memperbaiki posisi tidur
    Posisikan bayi supaya tidur telentang. Posisi istirahat bayi yang telentang dapat mempermudah bayi bernapas.


    Membuka drainase pernapasan bayi
    Jika kita mempunyai shower, mandi dengan air hangat dan gendong bayi di sekitar shower. Udara hangat dan lembap dapat mempermudah bayi menerbitkan lendir berlebih pada drainase pernapasannya. Jika tidak terdapat shower, kita dapat memakai pelembap udara untuk menolong membuka drainase pernapasan dan meredakan suara bayi ngorok. Lakukan urusan ini sebelum bayi tidur.


    Nasal aspirator atau pipet pembersih hidung bayi
    Pakailah pipet pembersih hidung bayi untuk menerbitkan cairan berlebih pada hidung bayi. Caranya, masukkan ujung pipet ke dalam hidung bayi, tekan unsur balonnya dengan perlahan supaya lendir dalam hidung bayi bisa terisap. Lalu buang lendir tersebut. kita dapat melakukan pembelian alat tersebut di supermarket atau apotek terdekat.


    Larutan saline
    Jika lendir pada hidung bayi susah dikeluarkan, pakai larutan garam steril guna hidung (nasal saline spray) yang dipasarkan di apotek untuk mencairkan sumbatannya. Semprotkan sejumlah tetes larutan saline ke dalam hidung bayi yang tersumbat sesuai tuntunan pemakaian. Sebagai pilihan nasal saline spray, kita dapat menciptakan larutan garam dengan mencampurkan seperempat sendok teh garam ke dalam segelas air bersih (sekitar 200 ml). Semprotkan larutan garam tersebut ke dalam hidung bayi yang tersumbat memakai nasal aspirator.

Bayi mendengkur ketika tidur bukan adalahhal yang butuh Anda cemaskan, khususnya di minggu-minggu mula setelah dilahirkan. Tetapi andai bayi ngorok disertai fenomena lain, laksana sesak napas, bayi terlihat pucat, bibir dan kulitnya kebiruan, demam, atau mengakibatkan ia sulit santap dan minum, usahakan segera konsultasikan fenomena bayi ngorok itu ke dokter anak.                       
Share This :
Jika Ada Saran, Masukan, Kritikan Jangan Sungkan Berkomentar atau Hubungi Kami Di Halaman Contact Us

Terima Kasih Sudah Berkunjung :)